Tampilkan postingan dengan label Peristiwa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Peristiwa. Tampilkan semua postingan

Jumat, 23 November 2012

Memori 2007

Tahun 2007 silam, suasana amarah, hiruk pikuk dan gelombang massa tanpa terasa telah melewati waktu. Yah...sudah empat tahun lamanya, proses itu menghantarkan pasangan Syahrul Yasien Limpo - Agus Arifin Nu'mang menumbangkan sang incumbent Amin Syam yang juga atasannya saat itu. Syahrul Yasin Limpo, sejak tahun 2007 silam tercatat sebagai sang penakluk yang membawanya ke singgasana gubernuran Sulawesi-Selatan. Proses untuk mencapai singgasana tersebut tidak berjalan mulus. Bukan hanya karena sang penakluk menantang atasannya, tetapi ia juga melawan teman,sahabat yang saat itu bersebrangan dengan dirinya. Karena rivalitas yang panas itulah, suhu politik di Sulsel medio November hingga Desember 2007 mengalami konstalasi yang cukup tinggi. Benar-benar mempertontonkan sebuah mimbar demokrasi yang cukup sengit. Menang,kalah,menang silih berganti hingga akhirnya Mahkamah agung menolak gugatan 


Sebagai jurnalis televisi, perhelatan massa adalah salah satu gambar yang sangat menarik pada saat itu. Nyaris tak ada waktu untuk istirahat. Gelombang massa dari wilayah selatan dan utara menyemut masuk ke Makassar. Menguasai perkantoran dan gedung vital, mereka mengecam keputusan Mahkamah Agung yang memerintahkan KPU menggelar pilkada ulang di empat kabupaten. KPU tidak menerima keputusan ini, lalu MA mengizinkan KPU melakukan PK atau Peninjauan Kembali. .Pakar hukum tata negara Universitas Gadjah Mada Denny Indrayana "Suara Merdeka, Jumat (21/12) ikut komen bahwa ''Putusan tersebut kental nuansa intervensi politik,''

19 Maret 2008 mengakhiri segala proses demokrasi Pilgub 2007, ketika Putusan PK Mahkamah Agung mengabulkan permohonan PK dari KPU Sulsel dan membatalkan putusan MA tertanggal 19 Desember 2007. SYL pun menoreh cerita keberhasilan dalam hidupnya, menaklukan sang incumbent, yang saat itu betapa kuatnya untuk kembali menduduki singgasananya.

Tanpa terasa usia pilgub 2007 akan memasuki tahan akhir dan kembali akan membuat satu kisah periode demokrasi 2012. Dan sang penakluk, Syahrul Yasien Limpo akan menghadapi lawan yang cukup tangguh. Tak tanggung-tanggung, penantangnya berasal dari kepala daerah yang secara politis dan administrasi berada di bawah kendalinya sebagai gubernur. Dia adalah, Ilham Arief Sirajuddin-walikota Makassar dan Andi Rudianto Asapa, bupati Sinjai. Ilham Arief tahun 2007 menjadi motor penggerak Amin Syam untuk mempertahankan singgasananya berpaket dengan Asiz Kahar Muzakkar yang pada tahun 2007 bersama-sama Syahrul Yasien Limpo menantang incumbent gubernur. Asiz Kahar, adalah calon gubernur Sulsel tahun 2007 dan kini menjadi calon wakil gubernur. 

Ada yang bercerita, ada yang menganalisis, ada pula yang beranggapan bahwa pilgub tahun ini lebih seru dan panas dibanding tahun 2007 silam. Pengerahan massa dari kubu SYL dan IAS atau Ilham Arief Sirajuddin kerapkali terlihat. Silih berganti mereka mempertontonkan keunggulan di lapangan,program, kegiatan dan janji-janji untuk menaklukan hati pemilih. Berbeda dengan apa yang dilakukan oleh Rudianto Asapa. Calon dari partai Gerindra ini memilih silent dan kampanye dari kampung ke kampung, home to home. Yang pasti, cerita pilgub tahun ini akan berbeda dengan cerita tahun 2007 silam. Kita tunggu...
 

Senin, 12 November 2012

Cerita Teror Bom di Hari Pahlawan

Medio hari Minggu, 11 Nobember 2012. Tepat hari Pahlawan, rangkaian cerita fokus ke Makassar. Padahal, pagi itu hanya berlangsung dua event bergenre olahraga santai. Yakni, Jalan Santai dalam rangka HUT Golkar Makassar, serta Fun Bike yang dihelat oleh PDAM kota Makassar juga dalam rangka HUT, tapi kali ini HUT nya kota Makassar, ibu kota Sulawesi-Selatan. 

Pukul 05.00 Wita, saya keluar rumah menuju ke kawasan anjungan pantai Losari. Cuaca pada saat itu, sudah mulai panas meski masih subuh. Tiba-tiba, depan Mall Ratu Indah Makassar, jalan Ir. Ratulangi terlihat sekelompok remaja. Pertama yang terlihat olehku adalah api di tengah jalan, aku pikir warga sedang membakar sampah. Taunya, sedang terjadi perang kelompok, satu motor terbakar. Itulah api, yang terlihat olehku. 

Matahari semakin nampak, cuaca pun semakin panas. Ku coba ke Lapangan Karebosi, test ride sepeda merk Polygon yang sedang launching untuk seri 2013. Test beberapa series, type cross country, All Mountain, Free Ride lalu mencoba menemui beberapa teman pesepeda. Usai test, saya mencoba menjejali kota Makassar dengan berjalan kaki. Mengamati jalan sehat yang acaranya tak jauh dari lokasi pagelaran Fun Bike. Hanya berjarak 500 meter. Pemandangan panas memang sudah terlihat. kendaraan rantis brimob polda Sulsel, motor pengejar rusuh terparkir di tengah jalan atau perempatan Jln. Sudirman-Jln. Kartini. Pemandangan ini terkesan aneh dan ganjil karena event hanya bertajuk jalan santai dan fun bike tetapi pengamanan serba ketat, seolah kampanye pilgub sudah berlangsung. Oh iya, tahapan pilgub Sulsel memang sedang berlangsung. Saat Syahrul Yasien Limpo, Incumbent Gubernur Sulsel sedang bernyanyi di panggung Jalan sehat Golkar, di saat bersamaan Ilham Arief Sirajuddin, walikota Makassar yang juga penantang Incumbent sedang menyampaikan sambutan di hadapan peserta sepeda fun bike. Yah....Syahrul berjalan sehat, Ilham bersepeda. 

Saat Syahrul yang akrab disapa komandan sedang bernyanyi, sejenis kembang api melayang ke arahnya. Tak jauh dari panggung, kembang api mengeluarkan asap namun tidak meledak. Kira-kira jarak sepuluh meter dari panggung, seorang pelaku melemparkannya. Dan seperti lakon atau kisah kekerasan di Makassar, pelaku pun menjadi bulan-bulanan massa. Petugas sigap, pelaku pun berhasil diamankan. Namun kemudian cerita ini menjadi heboh lantaran dari badan pelaku ditemukan pistol jenis revolver berisikan enam peluru, dua pipa paralon serta bahan peledak. Polisi menyimpulkan, pelaku adalah jaringan poso alias teroris.Melanjutkan cerita pagi, pada sore hari,  konon petugas sedang adu kontak senjata dengan kelompok teroris di Kecamatan Moncongloe Kabupaten Maros.

Kisah ini kemudian heboh. Para jurnalis sibuk mencari sumber informasi,presscon tak terlewatkan, pertanyaan bertubi-tubi lahir dari mulut para jurnalis, para pimpinan media harus masuk kerja meski hari libur. Headline atau berita utama di semua media cetak lokal, bahkan media nasional. Gubernur Sulawesi-Selatan, lolos dari pencobaan pembunuhan. 

Sekilas cerita ini lucu dan aneh. Tapi ya...fakta di lapangan, seperti itulah yang terjadi. Mengingatkan kita pada film-film heroik Hollywood, kisah para FBI, CIA dan pasukan khusus Amerika yang menyelamatkan presiden mereka dari upaya pencobaan pembunuhan, baik melalui bom, ditembak atau peledakan lewat pesawat. Jika kejadian ini di Amerika Serikat, maka kelak-beberapa tahun kemudian akan melahirkan satu film yang menceritakan upaya pembunuhan seorang pejabat di tanah air. Seperti film dokumenter tentang John F Kennedy, Presiden US ke-35 yang tertembak di bagian kepala dan leher. Atau John Lennon, personil dari grup band terkenal The Beatles, tertembak mati di entrance tempat ia tinggal oleh fansnya sendiri.

  

 

Sabtu, 20 Oktober 2012

1-2-3 Untuk Sulawesi-Selatan

Tahap Pemilihan Gubernur Sulawesi-Selatan periode 2013-2018 baru saja memasuki fase pengundian nomor urut. Seperti predeksi sebelumnya, Pasangan Ilham Arief Sirajuddin - Asiz Kahar tidak kesulitan mendapat nomor urut 1, yang memang sudah dia idamkan sebelumnya. Sementara nomor urut 2, pasangan Syahrul Yasien Limpo-Agus Arifin Nu'mang dan nomor urut 3, pasangan Andi Rudianto Asapa - Andi Nawir.

Terkesan sejak awal sudah ketahuan akan nomor urut ini. Predeksi saya sebelumnya memang akan terjadi seperti ini, melihat kecendrungan strategi team,  pengalaman mereka di lapangan, pelibatan massa dan ketika berbaur dengan masyarakat. Beberapa yang menilai, Ilham memilih nomor urut SATU, karena hendak mengulangi kemenangannya saat pemilihan walikota Makassar, sementara Syahrul memilih DUA dengan dalih PISS (damai) atau hendak mengulangi menjabat sebagai gubernur yang ke DUA kalinya. Begitupula Rudianto Asapa karena angka TIGA menjadi salah satu angka Pavoritnya selain angka 13. Alasan lain, karen angka 3 atau metal dimenangi oleh Jokowi saat Pilgub DKI Jakarta, dan kebetulan mereka diusung oleh partai yang sama, Partai Gerindra.

Keterangan: Foto,grafis Koran Rakyat Sulsel

Kamis, 11 Oktober 2012

Tewas Karena Mahasiswa

Darah mahasiswa Makassar kembali meleleh di tanah. Bukan karena ideologi, demokrasi, unjuk rasa tetapi semata-mata persoalan prinsip kelompok atau rasa malu. Dalam dua pekan terakhir saja, medio September-Oktober 2012, tiga mahasiswa yang menempuh pendidikan sarjana tewas akibat tawuran antar sesama mahasiswa. 

20 September 2012,  Ketua Himpunan Mahasiswa Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Muslim Indonesia (UMI), Muhammad Ibrahim tewas akibat tawuran di kampus tersebut. Selama tiga pekan kemudian, 11 Oktober 2012 kampus Universitas Negeri Makassar, menorehkan darah. Dua mahasiswanya, yang sedang menempuh pendidikan tewas kena tikam sesaat setelah bentrokan. Keaduanya adalah Rezki Munandar (23) dan Herianto (23). Kedunya mahasiswa angkatan 2008 Fakultas Teknik Otomotif UNM. 

Betapapun Makassar terkenal oleh budaya kekerasannya, namun istilah tawuran atau bentrokan di kawasan kaum cendekia atau cerdik pandai, tetaplah tidak akan diterima oleh akal sehat. Tak satupun orang akan membenarkan atau membela, apalagi jika sudah menewaskan manusia.

Kejadian ini, bukan lagi mencari siapa yang bertanggungjawab, karena helas pihak rektoratlah yang harus bertanggungjawab. Tetapi sistem dan pendekatan yang dilakukan oleh pihak kampus terhadap para mahasiswa. Para dosen dan rektorat harus membuka mata dan membuka diri, kemudian bertanya?...kenapa kerapkali tawuran berlangsung di kampus mereka?, meski hanya persoalan sepele?. Rektor dan dosen harus mengubah sistem pendidikan dan pembinaan di kampus tersebut. Dosen, bukan hanya sekedar mengisi absen,berdiri di hadapan mahasiswa lalu bercerita tentang teori.

Rabu, 10 Oktober 2012

Pertarungan tiga sahabat

Adalah pesta demokrasi tingkat Sulawesi-Selatan bakal berlangsung Januari 2013 mendatang. Hiruk pikuk bergema, dari media,warung kopi hingga pelosok perbatasan antar kabupaten. Riak pergerakan calon begitu muda terdeteksi. 
Setiap hari, bahkan setiap jam tiga calon gubernur menjambangi rakyat dengan berbagai cara. Sekedar ngobrol di warung kopi, mengunjungi pedagang di pasar, bersua para nelayan di tempat pelelangan ikan. Silaturrahmi politik seperti ini, berkembang empat bulan terakhir di Sulawesi-Selatan. Yah....rakyat pun senang dan gembira. Mereka dengan mudah bertemu dengan para calon, berjabat tangan, foto bareng, ngopi bareng, bersenda gurau, senyum hingga makan bersama. "Kapan lagi" menurut masyarakat. Tiga calon gubernur,Ilham Arief Sirajuddin, Rudianto Asapa dan Syahrul Yasien Limpo,  saat ini tengah menunggu keputusan dari KPU Sulawesi-Selatan. Menanti pertarungan para sahabat...