Senin, 12 November 2012

Cerita Teror Bom di Hari Pahlawan

Medio hari Minggu, 11 Nobember 2012. Tepat hari Pahlawan, rangkaian cerita fokus ke Makassar. Padahal, pagi itu hanya berlangsung dua event bergenre olahraga santai. Yakni, Jalan Santai dalam rangka HUT Golkar Makassar, serta Fun Bike yang dihelat oleh PDAM kota Makassar juga dalam rangka HUT, tapi kali ini HUT nya kota Makassar, ibu kota Sulawesi-Selatan. 

Pukul 05.00 Wita, saya keluar rumah menuju ke kawasan anjungan pantai Losari. Cuaca pada saat itu, sudah mulai panas meski masih subuh. Tiba-tiba, depan Mall Ratu Indah Makassar, jalan Ir. Ratulangi terlihat sekelompok remaja. Pertama yang terlihat olehku adalah api di tengah jalan, aku pikir warga sedang membakar sampah. Taunya, sedang terjadi perang kelompok, satu motor terbakar. Itulah api, yang terlihat olehku. 

Matahari semakin nampak, cuaca pun semakin panas. Ku coba ke Lapangan Karebosi, test ride sepeda merk Polygon yang sedang launching untuk seri 2013. Test beberapa series, type cross country, All Mountain, Free Ride lalu mencoba menemui beberapa teman pesepeda. Usai test, saya mencoba menjejali kota Makassar dengan berjalan kaki. Mengamati jalan sehat yang acaranya tak jauh dari lokasi pagelaran Fun Bike. Hanya berjarak 500 meter. Pemandangan panas memang sudah terlihat. kendaraan rantis brimob polda Sulsel, motor pengejar rusuh terparkir di tengah jalan atau perempatan Jln. Sudirman-Jln. Kartini. Pemandangan ini terkesan aneh dan ganjil karena event hanya bertajuk jalan santai dan fun bike tetapi pengamanan serba ketat, seolah kampanye pilgub sudah berlangsung. Oh iya, tahapan pilgub Sulsel memang sedang berlangsung. Saat Syahrul Yasien Limpo, Incumbent Gubernur Sulsel sedang bernyanyi di panggung Jalan sehat Golkar, di saat bersamaan Ilham Arief Sirajuddin, walikota Makassar yang juga penantang Incumbent sedang menyampaikan sambutan di hadapan peserta sepeda fun bike. Yah....Syahrul berjalan sehat, Ilham bersepeda. 

Saat Syahrul yang akrab disapa komandan sedang bernyanyi, sejenis kembang api melayang ke arahnya. Tak jauh dari panggung, kembang api mengeluarkan asap namun tidak meledak. Kira-kira jarak sepuluh meter dari panggung, seorang pelaku melemparkannya. Dan seperti lakon atau kisah kekerasan di Makassar, pelaku pun menjadi bulan-bulanan massa. Petugas sigap, pelaku pun berhasil diamankan. Namun kemudian cerita ini menjadi heboh lantaran dari badan pelaku ditemukan pistol jenis revolver berisikan enam peluru, dua pipa paralon serta bahan peledak. Polisi menyimpulkan, pelaku adalah jaringan poso alias teroris.Melanjutkan cerita pagi, pada sore hari,  konon petugas sedang adu kontak senjata dengan kelompok teroris di Kecamatan Moncongloe Kabupaten Maros.

Kisah ini kemudian heboh. Para jurnalis sibuk mencari sumber informasi,presscon tak terlewatkan, pertanyaan bertubi-tubi lahir dari mulut para jurnalis, para pimpinan media harus masuk kerja meski hari libur. Headline atau berita utama di semua media cetak lokal, bahkan media nasional. Gubernur Sulawesi-Selatan, lolos dari pencobaan pembunuhan. 

Sekilas cerita ini lucu dan aneh. Tapi ya...fakta di lapangan, seperti itulah yang terjadi. Mengingatkan kita pada film-film heroik Hollywood, kisah para FBI, CIA dan pasukan khusus Amerika yang menyelamatkan presiden mereka dari upaya pencobaan pembunuhan, baik melalui bom, ditembak atau peledakan lewat pesawat. Jika kejadian ini di Amerika Serikat, maka kelak-beberapa tahun kemudian akan melahirkan satu film yang menceritakan upaya pembunuhan seorang pejabat di tanah air. Seperti film dokumenter tentang John F Kennedy, Presiden US ke-35 yang tertembak di bagian kepala dan leher. Atau John Lennon, personil dari grup band terkenal The Beatles, tertembak mati di entrance tempat ia tinggal oleh fansnya sendiri.