Rabu, 07 November 2012

Pilpres Amerika, siap kalah. Indonesia, siap ke MK

Pemilihan presiden Amerika Serikat, 6 November 2012 berakhir.Dan secara hitungan electoral vote, Barack Obama mengungguli penantangnya Mitt Romney dari Partai Republik.
Usai jajak pendapat yang berlangsung sore hari, Mitt Romney yang kalah bersaing tersebut langsung menelpon Barack Obama dan menyampaikan ucapan selamat. Bahkan, usai nenelpon sang presiden, Mitt Romney lebih dulu menggelar pidato di hadapan pendukungnya. Pidato tersebut memuat pernyataan Romney atas kekalahannya dan keberhasilan Barack Obama memimpin Amerika periode yang kedua. "Saya akan mendoakan obama", ujar Romney. Bahkan secara khusus Romney menyerukan kepada pendukung dan tim sukses nya bahwa mereka harus memberikan apresiasi yang tinggi kepada Barack Obama dan semoga presiden, ibu negara dan putri nya diberi keselamatan selama memimpin Amerika. Bandingan setiap pemilihan yang berlangsung di Indonesia. Selain menghasilkan kekisruhan juga menghasilkan kecurangan hingga bentrokan antar pendukung. Bukan ucapan selamat, pidato kemenangan dan kekalahan atau yang kalah menelpon kepada yang menang tetapi yang mereka lakukan adalah persiapan mengguggugat ke Mahkamah Konstitusi. Inilah fenomena pemilihan di Indonesia. Slogan "Siap Menang, Siap Kalah" hanya berlaku saat sebelum pemilihan atau pada tahap kampanye saja. Bagaimana mungkin masyarakat siapa menerima hasil jika kandidat saja bentrok? bagaimana mungkin akan tercipta tatanan demokrasi di tengah masyarakat jika para kandidat saja menciderai proses demokrasi itu?.. Keterangan foto: Repro Tribun News.com