Tahun 1995 silam, pertamakali saya menggunakan boots jenis treking.
Selama menempel di kaki, si cokelat ini sudah menemaniku ke berbagai liputan. Anehnya, sepatu ini selalu saja turun ketika bentrok dan bencana alam. Seperti rusuh antar agama di Ambon dan Poso dan perang GAM di Aceh.Kalau di Makassar, sepatu ini tak terghitung lagi seberapa banyak si cokelat menemaniku. Sementara liputan bencana alam, si cokelat pernah menemaniku saat liputan di Tsunami Aceh, Gempa Bumi Nabire Papua. Itulah sebabnya, sepatu ini kunamai sepatu pemburu bentrok.
Si cokelat ini, pertamakali kugunakan ketika wisuda sarjana S1 Faklutas Sastra Universitas Hasanuddin. Itulah kenangan awal memakainya dan selanjutnya, terjun ke lapaangan ketika bentrok dan bencana. Sejak memakainya, baru pertamakali reparasi ketika mengganti alasnya yang sudah mulai kalah, dua tahun silam. Sementara kulit, tali dan bahan lainnya masih utuh.Tetapi sejak awal tahun kemarin, si cokelat ini hanya digunakan saat liputan bentrok,perang atau rusuh. Sementara liputan bencana, sudah tersedia. Nantikan ulasan selanjutnya, karena boots yang satu itu belum teruji.